Pendidikan Network dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan dan sebagai sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya.

Jakarta Akan Terapkan Kurikulum Baru 100 Persen

Senin, 1 April 2013 - "JAKARTA, KOMPAS.com — Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara menyeluruh mulai pertengahan Juli mendatang. Namun, hal itu perlu persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Permohonan tersebut segera diajukan. Sebelumnya, Kemendikbud menetapkan hanya kuota 30 persen sekolah untuk penerapan pada jenjang pendidikan dasar. ....

KPK Diminta Awasi Program Perumusan Kurikulum 2013

Kamis 21 Maret 2013 - TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Tolak Kurikulum 2013 melaporkan program Kurikulum 2013 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis 21 Maret 2013. Program perumusan kurikulum baru ini dinilai sarat kejanggalan. Indikatornya, anggaran tiba-tiba membengkak empat kali lipat, dan masa proses pengadaan barang dan jasa sangat singkat. Koalisi yang terdiri dari Indonesia Curruption Watch (ICW), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Sekolah Tanpa Batas, dan Aliansi Peduli Pendidikan Indonesia (APPI) ini mendesak KPK agar mengawasi secara ketat proses pembahasan anggaran dan pengadaan program Kurikulum 2013....

Penerapan Kurikulum 2013 Dipengaruhi Politik

Rabu, 20 Maret 2013 - INILAH.COM, Jakarta - Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di tahun 2013 dinilai bernuansa politik. Sebab, 2013 sebagai dinilai sebagai tahun politik. Penilaian itu disampaikan Ketua DPP Bidang Politik dan Kebudayaan Partai NasDem, S Sonny Soeharso. Menurutnya, penerapan kurikulum 2013 yang terkesan terburu-buru itu bernuansa politik....

Peserta Ujian Nasional Dibebani Uang Perpisahan

Rabu, 20 Maret 2013 - KENDARI, KOMPAS.com — Siswa Madrasah Tsanawiah 1 Kendari yang tercatat sebagai peserta ujian nasional dibebani uang perpisahan sebesar Rp 100 ribu per siswa. "Ya, kartu ujian diberikan setelah membayar uang perpisahan Rp 100 ribu setiap siswa dan uang komite sekolah. Ini kesepakatan dalam rapat organisasi siswa intra sekolah (OSIS)," kata Ketua OSIS MTs 1 Kendari Waode Hikmah Noor Shafar Naffiu di Kendari, Rabu (20/3/2013)....

Tunjangan Guru Honorer Terhenti

Selasa, 19 Maret 2013 - JAKARTA, KOMPAS.com - Guru honorer di sekolah negeri mengadukan nasib mereka kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan DPR karena tunjangan profesi guru yang menjadi hak mereka tidak lagi dibayarkan pemerintah. Para guru sampai saat ini tidak mendapat penjelasan alasan penghentian pembayaran tunjangan profesi guru yang besarnya satu kali gaji pokok itu. Andi Azis, Koordinator Komite Perjuangan Guru Honor Jawa Barat, Senin (18/3), menjelaskan, guru honorer yang lolos sertifikasi, tunjangan profesi guru (TPG)-nya sampai 2011 dibayarkan....

Ini Dia Alasan Kurikulum Baru Harus Ditolak

15 Maret 2013 - JAKARTA - Penolakan atas Kurikulum Baru 2013 makin meluas. 1500 orang telah menandatangani petisi tentang penolakan atas konsep perubahan kurikulum yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Petisi itu telah diserakan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Pendidikan kepada Mendikbud Muhammad Nuh, agar dijadikan acuan evaluasi perubahan kurikulum. "Setidaknya ada delapan alasan petisi Tolak Kurikulum 2013 ini," ujar Koordinator Monitoring Kebijakan Publik ICW, Febri Hendri di Kemdikbud, Jumat (15/3)....

Tunda Kurikulum 2013

Kamis, 14 Maret 2013 - BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah diminta menunda pemberlakuan Kurikulum 2013 karena belum disosialisasikan secara luas serta berbagai kesalahan substantif yang harus segera diperbaiki. Penundaan itu merupakan langkah realistis demi kebaikan pendidikan generasi penerus bangsa. Rekomendasi itu disampikan Majelis Guru Besar (MGB) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam diskusi terbuka yang digelar Rabu (13/3). Diskusi dihadiri, antara lain, Ketua MGB ITB Harijono Tjokronegoro, guru besar emeritus Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Henry Alex Rudolf Tilaar, Guru Besar Ilmu Matematika ITB Iwan Pranoto, serta Guru Besar ITB Imam Buchori Zainuddin....

Pelatihan Guru Hanya seperti Tiket Masuk

Kamis, 14 Maret 2013 - JAKARTA, KOMPAS.com — Guru sekolah dan guru mata pelajaran dari sekolah yang ditunjuk untuk menerapkan Kurikulum 2013 di tahap awal akan menjalani pelatihan pada bulan Juni, hanya sebulan sebelum penerapan kurikulum dilakukan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh tetap optimistis penerapan kurikulum baru akan berlangsung baik meski pelatihan dilakukan dengan singkat. Pasalnya, pelatihan di bulan Juni hanyalah tahap awal dari rangkaian pelatihan dan pendampingan. "Seperti yang selalu saya katakan, pelatihan guru itu tiket masuk saja. Nanti akan diperkuat dengan pendampingan dan evaluasi," kata Nuh di Jakarta, Rabu (13/3/2013). ...

Pendidikan Vs Perombakan Kurikulum

13 Maret 2013 - Dalam satu dekade terakhir, dunia pendidikan di Tanah Air seakan terus terbelenggu dalam dilema. Pada masa Kabinet Indonesia Bersatu Pertama 2004-2009, Wapres Jusuf Kalla gigih melaksanakan pengendalian mutu pendidikan dengan pemberlakuan standar ujian nasional. Tidak ada toleransi kelulusan bagi mereka yang tidak melewati standar minimum dari sejumlah mata pelajaran yang diujikan, Akibatnya, masyarakat seakan mengalami sentakan sosial ketika melihat ada sekolah yang tidak satu pun siswanya lulus karena kelaziman sebelumnya secara nasional kelulusan selalu di kisaran 100 persen atau mendekati 100 persen....

Artikel : Kesiapan Guru Menyonsong Kurikulum 2013

Rabu, 13 Maret 2013 - Sejak wacana pengembangan kurikulum 2013 digulirkan, muncul tanggapan pro dan kontra dari berbagai kalangan pakar dan praktisi pendidikan serta masyarakat lainnya. Wacana pro dan kontra menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan memiliki kepedulian dan begitu pentingnya pembangunan sistem pendidikan di negeri ini dalam menyiapkan generasi emas memasuki perkembangan global yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keunggulan. Semakin banyak kritik dan saran terhadap kurikulum 2013 ini diharapkan lebih mematangkan kurikulum yang sedang dikembangkan....

Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Pendekatan Teks

JAKARTA, KOMPAS.com (26 Februari 2013) - Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 dalam impelementasinya menggunakan pendekatan berbasis teks. Dengan berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak saja hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir.... Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Mahsun... menjelaskan pada KTSP basisnya tidak pada teks, padahal pikiran yang lengkap, yang disampaikan orang dalam bahasa itu hanya dalam bentuk teks...

Dibangun 113 Politeknik Negeri

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membangun 113 politeknik negeri di sejumlah wilayah Indonesia sampai 2014. Selain membangun politeknik baru, sebagian di antaranya mengubah status politeknik swasta menjadi politeknik negeri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, saat ini politeknik yang dinegerikan ada tiga, yakni Politeknik Banyuwangi di Jawa Timur, Politeknik Sampang di Pulau Madura, dan Politeknik Sambas di Kalimantan Barat...

RSBI Karimun Dijadikan Sekolah Unggulan

KARIMUN, KOMPAS.com (25 Februari 2013) - Dua sekolah masing-masing SDN 04 dan SMPN 1 Karimun, yang merupakan sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dijadikan sekolah unggulan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menghapus RSBI, demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Kepulauan Riau, Sudarmadi. "Sayang kalau dua sekolah tersebut sama seperti sekolah lain. Karena itu, kedua sekolah itu kami jadikan sekolah unggulan atau binaan seperti yang diberlakukan untuk SMAN 4," kata Sudarmadi, di Tanjung Balai Karimun, Minggu (24/2/2013).

UN SD Kemungkinan Besar Akan Ditiadakan

SEMARANG, KOMPAS.com (23 Februari 2013) - Selama ini, alat evaluasi pada kurikulum baru masih belum diperjelas. Ujian Nasional (UN) yang sama akan dijalankan dinilai tidak sejalan dengan semangat kurikulum baru. Lalu bagaimana nasib UN yang terus menuai kontroversi dari berbagai pihak mengenai pelaksanaannya? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa keberadaan UN akan dikaji kembali kelanjutannya pada kurikulum baru ini.

Kemendikbud: Kurikulum 2013 Dorong Siswa Lebih Kreatif

YOGYAKARTA, KOMPAS.com (23 Februari 2013) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini sedang gencar melakukan sosialiasi kurikulum 2013 yang dinilai memiliki muatan pembelajaran yang mampu mendorong siswa lebih kreatif. "Untuk kurikulum sebelumnya, sisi kreativitas siswa ini kurang disentuh. Karenanya, dalam kurikulum 2013 yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014 akan lebih mendorong siswa untuk kreatif," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan...

5 Cara 'Murah Meriah' Belajar Bahasa Asing

KOMPAS.com (22 Februari 2013) — Di era global saat ini, kemampuan berbahasa asing menjadi sesuatu yang perlu dimiliki oleh para profesional muda. Banyak orang akhirnya menghabiskan uang mereka dengan membeli software dan buku teks untuk belajar bahasa asing dan mereka memang mencapai hasil yang menggembirakan... Benar?

Urgensi Kurikulum 2013

KOMPAS.com (21 Februari 2013) - Pemerintah berkukuh melaksanakan Kurikulum 2013 pada Juli mendatang seolah ada keharusan yang mendesak. Padahal, ”barangnya” masih kontroversial, perangkat pelaksanaannya pun belumlah siap. Sikap pemerintah itu terasa berlebihan karena sejatinya pengaruh perubahan Kurikulum 2013 tidaklah sedahsyat yang dibayangkan. Asumsi-asumsi teoritisnya memang muluk, tetapi yang riil berubah dan mudah dilaksanakan hanya pengurangan jumlah mata pelajaran dan penambahan durasi pembelajaran di sekolah.

Kurikulum 2013 Hanya Akan Lahirkan Generasi Tukang

JAKARTA, KOMPAS.com (19 Februari 2013) - Alih-alih menunjukkan kemajuan, perubahan kurikulum dinilai malah akan membawa kemunduran seperti kembali pada abad 17-18 yang kala itu tengah masuk masa industrialisasi. Pakar pendidikan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Daniel Mohammad Rosyid, mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini justru hanya menghasilkan generasi tukang... Ini seperti kembali lagi pada abad 17-18. Ini paradigma pabrik," kata Daniel saat "Diskusi Publik Kurikulum 2013 Menjawab Tantangan Generasi Emas 2045" di Ruang KK II DPR RI, Jakarta...

Mengapa Anggaran Kurikulum 2013 Berubah-ubah?

JAKARTA, KOMPAS.com (18 Februari 2013) — Meski pernah dijelaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terkait anggaran kurikulum 2013, berbagai pihak masih tidak puas dengan penjelasan... Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Siti Juliantari Rachman, memprediksikan tiga alasan terus berubahnya besaran anggaran kurikulum 2013. Padahal, peruntukannya masih hanya untuk buku dan persiapan guru. "Kami melihat ada tiga kemungkinan di sini yang membuat anggaran ini berubah terus," kata Tari, saat jumpa pers di Kantor ICW...

Prestasi Non-akademik Kurang Dihargai

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah belum punya tradisi mengakui, menghargai, dan mengembangkan bakat non-akademik siswa. Bahkan, sekolah kerap tak mendukung prestasi itu, seperti bidang kesenian dan olahraga. Oleh karena itu, sekolah didesak mengubah pola pikir, terutama sekolah negeri yang dinilai kurang memiliki model kepemimpinan yang baik.

Kemdikbud Akui RSBI Ciptakan Kasta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Suyanto tak menampik kritikan keras berbagai pihak yang menilai bahwa keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menciptakan kastanisasi di dunia pendidikan. Kritikan ini dilayangkan karena mahalnya biaya masuk sekolah berlabel RSBI, yang hanya mampu dija...

Seluruh RSBI Belum Layak Jadi SBI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengakui, seluruh Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada saat ini, belum layak untuk ditingkatkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Apa Pun Kondisinya, Rehabilitasi Sekolah Harus Selesai!

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, kementerian menyelesaikan rehabilitasi sekolah rusak yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2011. Meskipun, hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum memutuskan apakah sisa APBN-P tersebut ...

Guru: Menyongsong 2012 Tanpa Gairah

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menilai, secara umum kebijakan pendidikan sepanjang tahun 2011 masih trial and error serta hit and run. Tidak ada skema kebijakan yang matang untuk diterapkan.

Decentralized Basic Education 3 (Inovasi Pendidikan)

Decentralized Basic Education Three (DBE3) adalah program lima tahun yang dirancang untuk menunjang peningkatan pendidikan dasar terdesentralisasi yang bermutu dan relevan di Indonesia. Sejak dicanangkan di tahun 2005, DBE3 telah bekerja bersama pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatka...

Managing Basic Education (MBE)

Selamat datang di situs Program Managing Basic Education (MBE), Pengelolaan Pendidikan Dasar. Salah satu tujuan penting dari homepage ini adalah menginformasikan dan membantu sekolah-sekolah yang tidak disentuh oleh program MBE (Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pelajaran Aktif, Kreatif, Efektif yang Menyenangkan (PAKEM) dan Peran Serta Masyarakat ...

Is it Time to Exchange Skinner's Teaching Machine for Dewey's Toolbox? - Teknologi Pendidikan

Traditional approaches to instructional design assume that knowledge is independent of the situations in which it is learned and used. More recent research on learning in everyday situations and different cultural settings suggests the knowledge is not an independent phenomena, but situated in the activity, context and culture in which it is develo...

Selamat Datang Di Pojok Anti Korupsi IndonesiaSelamat Datang Di Sekolah Ambruk Kita
Selamat Datang Di Pendidikan Network Indonesia

Pendidikan.Network ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. [Informasi Langganan Baru] - Hits Pendidikan.Net Bulan Oktober, 2011 - 2.231.681

"Riset dari badan pendidikan di Amerika menunjukkan 90% kontribusi kualitas pendidikan berasal dari kualitas guru, metode belajar yang tepat, dan buku sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Ketiga variabel yang menjadi kualitas pendidikan ini sebetulnya sangat murah, asalkan ada guru yang mempunyai idealisme tinggi." http://www.perspektifbaru.com/wawancara/695

Mengapa Pendidikan Yang Bermutu Mahal?

Profile Pendidikan Dalam Berita
Link Khusus Untuk Bapak Presiden


"Jakarta Akan Terapkan Kurikulum Baru 100 Persen"

"JAKARTA, KOMPAS.com — Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara menyeluruh mulai pertengahan Juli mendatang.

Namun, hal itu perlu persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Permohonan tersebut segera diajukan. Sebelumnya, Kemendikbud menetapkan hanya kuota 30 persen sekolah untuk penerapan pada jenjang pendidikan dasar.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan bahwa pertimbangan menyelenggarakan kurikulum baru untuk semua Sekolah Dasar (SD) di Jakarta ini karena banyaknya lokasi SD yang berdekatan. Hal ini tentunya akan menimbulkan permasalahan jika penerapannya hanya pada sebagian sekolah saja."

Kapan kita akan sadar bahwa Korupsi, Kemampuan Guru, Metodologi Yang Tepat, dan Keadaan Sekolah adalah isu-isu terpenting (Prioritas) terhadap mencapaikan Pendidikan Yang Bermutu, Bukan Merubah Kurikulum Kan?

Implementasi Kurikulum Yang Mana Saja Akan Gagal Kalau Kita Tidak Mengatasi Isu-Isu Di Atas Dulu Kan? Tetapi Mutu Manajemen Pendidikan Kita Di Mana ("Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemDikNas, Dinas Pendidikan, hingga Sekolah"- ICW) Akan Membunuh Semua Harapan Kita Untuk Kemajaun Pendidikan, Kan?

"Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah"

Dengan "Peneliti Monitoring Pelayanan Publik ICW , Siti Juliantari Rachman, menjelaskan, indikasi kejanggalan itu antara lain, terjadi perubahan anggaran sampai tiga kali, dari Rp 684 miliar menjadi Rp 1,4 triliun, dan terakhir Rp 2,49 triliun" Jadi, kita boleh ragu-ragu dengan kematangan kurikulum terburu-buru seperti ini, dan wajib bahwa "KPK Diminta Awasi Program Perumusan Kurikulum 2013", kan?

"Penerapan Kurikulum 2013 Dipengaruhi Politik"

"Rabu, 20 Maret 2013 - INILAH.COM, Jakarta - Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di tahun 2013 dinilai bernuansa politik. Sebab, 2013 sebagai dinilai sebagai tahun politik. Penilaian itu disampaikan Ketua DPP Bidang Politik dan Kebudayaan Partai NasDem, S Sonny Soeharso. Menurutnya, penerapan kurikulum 2013 yang terkesan terburu-buru itu bernuansa politik.

"Kalau dari pengalaman, perubahan kurikulum sangat dipengaruhi 'political heavy'.
Kita tahu tahun ini merupakan tahun politik. Perubahan anggaran begitu drastis dan dilakukan terlalu terburu-buru," kata Sonny, usai Focus Group Discussion Bidang Pendidikan Politik dan Kebudayaan" Ref: Nasional.Inilah.Com

Olimpiade Fisika Internasional

Yang jauh lebih penting daripada kompetisi sendiri adalah metodologi dan sistem ujian yang dicontohkan yang dapat mendukung kreativitas dan inovasi di pelajar-pelajar kita secara umum. Apakah kita akan melanjutkan kreativitas dan inovasi mereka oleh Pembelajaran-Pasif dan Ujian-Ujian yang juga Berbasis-Hafalan?


"KPK Diminta Awasi Program Perumusan Kurikulum 2013"

"Peneliti Monitoring Pelayanan Publik ICW , Siti Juliantari Rachman, menjelaskan, indikasi kejanggalan itu antara lain, terjadi perubahan anggaran sampai tiga kali, dari Rp 684 miliar menjadi Rp 1,4 triliun, dan terakhir Rp 2,49 triliun.

Dana awal Rp 684 miliar telah mendapat persetujuan DPR, sedangan anggaran penambahan masih tahap pembahasan. Dana tersebut baru diperuntukkan buat penyusunan kurikulum Kelas 1-3 tingkat Sekolah Dasar, serta kelas 1 bagi SMP dan SMA pada tahun ini. Tahun berikutnya dianggarkan lagi untuk kelas berbeda.

Kejanggalan lain, kata Siti, masa pelelangan akan sangat singkat. Sebab proses penulisan buku baru mencapai 25 persen, sedangkan buku tersebut sudah harus selesai cetak pada Juli 2013. "Kami khawatir, ini berpotensi permainan calo karena waktunya yang singkat, kualitas juga menjadi kurang baik," kata Siti di KPK, Kamis, 21 Maret 2013.

Pengurus FSGI Retno Listyarti menambahkan, perencanaan program juga tampak tergesa-gesa. Sebab di dalam perencanaan awal program ini, tidak ada anggaran pelatihan, tetapi belakangan diadakan setelah DPR menyetujui anggaran sebesar Rp 684 miliar pada Desember tahun lalu.

Selain itu, program pengadaan buku juga membengkak. Dari semula direncanakan hanya pengadaan 20 juta buku, tetapi belakangan meningkat beberapa kali lipat.

"Program pelatihan guru ini kami lihat sangat ambisius hendak direalisasikan pada 2013. Padahal pelatihan guru sangat tidak mungkin terealisasi pada Juli nanti," kata Retno...." Ref: Tempo.Co

Sangat setuju... Harus Diawasi... "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009). "Jangan Dinilai Gagal Terus!" - http://Prioritas.Pendidikan.Net.


"Tunda Kurikulum 2013"

"BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah diminta menunda pemberlakuan Kurikulum 2013 karena belum disosialisasikan secara luas serta berbagai kesalahan substantif yang harus segera diperbaiki. Penundaan itu merupakan langkah realistis demi kebaikan pendidikan generasi penerus bangsa.

Rekomendasi itu disampikan Majelis Guru Besar (MGB) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam diskusi terbuka yang digelar Rabu (13/3). Diskusi dihadiri, antara lain, Ketua MGB ITB Harijono Tjokronegoro, guru besar emeritus Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Henry Alex Rudolf Tilaar, Guru Besar Ilmu Matematika ITB Iwan Pranoto, serta Guru Besar ITB Imam Buchori Zainuddin.

Dinilai terburu-buru...
Anggota Komisi X DPR, Rohmani, yang hadir dalam diskusi, mengatakan, pemberlakuan Kurikulum 2013 oleh pemerintah terbilang terburu-buru dan dipaksakan. Komisi X baru mendapat kabar mengenai Kurikulum 2013 menjelang akhir 2012, tapi baru mendapatkan dokumennya awal Maret 2013. Alokasi anggaran yang diajukan pun melonjak dari Rp 684 miliar menjadi Rp 2,4 triliun."
Ref: Kompas.Com

Mengapa "terburu-buru" ya? Pasti lebih baik kalau diimplementasikan oleh Pemerintah Baru Tahun 2014 yang mempunyai lebih banyak waktu untuk mengurus dengan baik, kan?

"Ini Dia Alasan Kurikulum Baru Harus Ditolak"

"Alasan pertama, proses perumusan kebijakan perubahan kurikulum tidak terencana dan terburu-buru. Kedua, lanjut dia, mekanisme perubahan kurikulum tidak mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Padahal, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dengan jelas telah mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan kurikulum dengan mengacu kepada SNP.

Ketiga, pemerintah ditengarai tidak melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah diterapkan sejak tahun 2006, tapi kini ingin mengubah kurikulum tersebut menjadi Kurikulum 2013.

Keempat, Kurikulum 2013 cenderung mematikan kreatifitas guru dan tidak mempertimbangkan konteks budaya lokal. Pasalnya, kata Febri, guru telah diberikan buku pegangan dan silabus yang isinya sama sekali tanpa memikirkan konteks lokal.

"Yang kelima, kami melihat target training master teacher terlalu ambisius, sementara buku untuk guru belum dicetak. Guru yang harus disiapkan itu jumlahnya ratusan ribu," tegasnya.

Keenam, anggaran kurikulum 2013 mencapai angka fantastis, yaitu Rp 2,49 triliun. Tapi lebih dari setengahnya atau Rp 1,3 triliun, akan digunakan untuk proyek pengadaan buku yang berpotensi dikorupsi. Sementara, sudah menjadi rahasia umum bahwa pengadaan buku adalah lahan basah.

"Dari catatan ICW sejak tahun 2004–2011 tercatat ada sekitar enam kasus pengadaan buku yang ditindak dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp 54,9 miliar," sebutnya.

Alasan ketujuh, pemerintah belum mengeluarkan dokumen kurikulum 2013 resmi. "Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana penyusunan buku dapat dilakukan jika dokumen kurikulum 2013 saja sampai saat ini belum resmi? Soal buku ini sebenarnya sudah mencuat awal Desember 2012. Pemerintah ketahuan telah mengumpulkan penerbit buku untuk membahas buku-buku kurikulum 2013," jelas Febri.

Alasan terakhir, pengadaan buku untuk Kurikulum 2013 merupakan proyek pemborosan. Pasalnya, setiap tahun sejak 2008, pemerintah aktif membeli hak cipta buku untuk menopang penyediaan buku dengan buku sekolah elektronik (BSE)." Ref: Jpnn.Com


Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Pendekatan Teks

"JAKARTA, KOMPAS.com (26 Februari 2013) - Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 dalam impelementasinya menggunakan pendekatan berbasis teks. Dengan berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak saja hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir.... Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Mahsun... menjelaskan pada KTSP basisnya tidak pada teks, padahal pikiran yang lengkap, yang disampaikan orang dalam bahasa itu hanya dalam bentuk teks..."

Re: "Dengan berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak saja hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir."

"Kritikus telah menunjukkan bahwa penekanan pada kreativitas individu dan ekspresi pribadi yang hilang dari TBI (Text-Based Instruction), yang sangat terikat pada metodologi didasarkan pada studi teks model dan penciptaan teks berdasarkan model. Demikian juga kritikus menunjukkan bahwa ada bahaya bahwa ajaran dalam kerangka ini dapat menjadi repetitif dan membosankan dari waktu ke waktu sejak siklus pengajaran dijelaskan di atas diterapkan pada pengajaran keempat keterampilan. Jadi saya pikir itu mungkin benar bahwa saat ini sedang digunakan lebih fleksibel daripada di masa lalu. Silabus terbaru untuk pengajaran bahasa Inggris di Singapura misalnya, mencakup teks-jenis sebagai hanya satu untai dalam kerangka silabus" (Google Translate). Ref (Asli): Limitations of the text based approach



RSBI Karimun Dijadikan Sekolah Unggulan

KARIMUN, KOMPAS.com (25 Februari 2013) - Dua sekolah masing-masing SDN 04 dan SMPN 1 Karimun, yang merupakan sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dijadikan sekolah unggulan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menghapus RSBI, demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Kepulauan Riau, Sudarmadi. "Sayang kalau dua sekolah tersebut sama seperti sekolah lain. Karena itu, kedua sekolah itu kami jadikan sekolah unggulan atau binaan seperti yang diberlakukan untuk SMAN 4," kata Sudarmadi, di Tanjung Balai Karimun, Minggu (24/2/2013).

Mengapa tidak, asal tidak menjadi sekolah yang Ciptakan Kasta atau Diskriminatif.



Kemendikbud: Kurikulum 2013 Dorong Siswa Lebih Kreatif

YOGYAKARTA, KOMPAS.com (23 Februari 2013) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini sedang gencar melakukan sosialiasi kurikulum 2013 yang dinilai memiliki muatan pembelajaran yang mampu mendorong siswa lebih kreatif. "Untuk kurikulum sebelumnya, sisi kreativitas siswa ini kurang disentuh. Karenanya, dalam kurikulum 2013 yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014 akan lebih mendorong siswa untuk kreatif," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan...

"JAKARTA, KOMPAS.com - Proses belajar-mengajar di sekolah kerap membosankan dan tidak menyenangkan karena guru yang terlalu dominan di ruang kelas.

"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa." -- Fasli Jalal

"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam diskusi panel Pendidikan Profesi Guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Sabtu (4/12/2010)"

Apa masalah utama dalam pelaksanaan pendidikan kita (selain korupsi), Yaitu 'Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa'. - Apakah kita mungkin dapat berharap anak-anak kita akan Aktif (maupun Pro-Aktif), Kreatif, dan Mampu Berkontribusi Kepada Perkembangan Indonesia dengan Pembelajaran-Pasif? Ref: Pembelajaran Aktif

Kreativitas pelajar sangat tergantung kemampuan guru dan metodologi yang digunakan di kelas, bukan kurikulum...


Yang penting adalah ingat bahwa...

ICT adalah teknologi yang "Paling Tidak Tepat Guna" untuk Pendidikan Umum Yang Bermutu di Indonesia. ICT dapat membunuh kreativitas (oleh E-Learning), dapat meningkatkan pembelajaran-pasif (masalah utama dengan metodologi kita), sangat terbatas oleh kekurangan infrastruktur (rasio; satu komputer untuk 2.000 siswa), maupun biaya perawatan yang sangat mahal, banyak sekolah tidak dapat merawat sekolah saja, maupun ratusan komputer (puluhan juta secara nasional)....



Besok, Uji Kompetensi Guru Digugat

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti mengatakan, pihaknya akan mengajukan gugatan judicial review terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 57/2012 tentang Uji Kompetensi Guru (UKG) kepada Mahkamah Agung (MA), Rabu (15/8/2012) besok.

Retno mengungkapkan, kebijakan mengenai UKG perlu ditinjau ulang. Pasalnya, berdasarkan kajian hukum dan catatan selama pelaksanaannya, UKG masih berjalan buruk dan banyak merugikan guru.

Kerugian yang dialami guru peserta UKG dimulai dari standar soal yang diluar subtansi, hingga ke fenomena guru meninggalkan tugas mengajarnya karena harus datang ke lokasi UKG. Selain itu, pelaksanaan UKG dinilai menimbulkan kerugian waktu dan materiil karena pelaksanaan UKG banyak yang tertunda akibat persiapan yang kurang baik. (Kompas.Com, 14 Agustus 2012)

Kayaknya yang jauh lebih penting dulu adalah ujian untuk Kompetensi Manajemen Pendidikan kita, kan? Kita sangat perlu manajemen yang kompeten dulu sebelum kita dapat mulai mengatasi Masalah-Masalah di dunia pendidikan kan?

Tetapi Jangan Menilaikan Dengan Internet. Kita perlu menilaikan KEMAMPUAN dan KOMPETENSI, bukan hanya HAFALAN.


"Pengurus Besar PGRI menilai, secara umum kebijakan pendidikan sepanjang tahun 2011 masih trial and error serta hit and run. Tidak ada skema kebijakan yang matang untuk diterapkan."
"Guru: Menyongsong 2012 Tanpa Gairah"

Selamat Datang!Kunjungi Kebijakan.Com


Pendidikan Agama
Semoga situs ini dapat menstimulasikan diskusi mengenai Pendidikan Agama.

Pendidikan Karakter : Solusi atau Ilusi Baru?

Mengapa Pendidikan Agama Gagal? Apa Masalah-nya? Mutu SDM Di Tingkat Manajemen Pendidikan Agama Lemah? Proses Bedah Kurikulum Yang Tidak Tepat? Silabus-Silabus Yang Tidak Tepat? Metodologi Untuk Melaksanakan Tidak Tepat? Mutu SDM Yang Melaksanakan Pendidikan Lemah? Moralitas Rakyat Yang Tidak Sesuai Dengan Moralitas Dan Karakter Yang Diajarkan (tidak kontekstual)? Dll. Ref: "Pendidikan Karakter - Solusi Baru Atau Ilusi Baru?"



Sertifikasi Guru Untuk Apa Sebenarnya?

Kalau "Sertifikasi Tidak Tingkatkan Kualitas Guru" dan ada yang bilang "Berbau Korupsi, Hentikan Sertifikasi Guru", mengapa kita meningkatkan alokasi dana untuk Sertifikasi Guru? Siapa yang beruntung? Bagaimana dapat meningkatkan Mutu Guru? GuruBermutu.Com

Guru Bermutu dan Profesional

Apa Metodologi Standar Dunia?
(Perkembangan Profesional Secara Swadaya)

Kunci-nya untuk mencapaikan mutu pendidikan yang Tingkat Dunia adalah
Pembelajaran-Aktif (Student-Centred) dan Kontekstual.


Kami Sedang (dalam proses) Menulis Isi-nya Untuk Sektor Pendidikan Masing-masing.

PAUDSDSMPSMASMKPT
Pendidikan Berbasis-Pendidikan
Bukan Berbasis-Ilusi


Guru BerkualitasPerpustakaan : Jantung Pembelajaran
Tujuan PendidikanKurikulumMetodologi & Strategi
Aman & Nyaman : Suasana KondusivePeraga & Teknologi Pendidikan


Bagaiamana Dengan Isu-isu Penting Selain Memberantas Korupsi?
Apakah Kebijakan KemDikBud Mencerminkan Kebutuhan Kita?

1. Kapan Semua Sekolah akan Aman, Nyaman dan Kondusif, dengan Fasilias Yang Memadai?

2. Apa Metodologi Pembelajaran yang Standar Nasioanl? Apakah Tujuan Pendidikan Kita Jelas?

3. Bagaimana dapat Memberdayakan Guru-Guru dan Meningkatkan Kemampuan Guru Secara Nasional?

4. Dengan Ribuan Sekolah Yang Rusak, Mengapa Membuat Program RSBI/SBI? Keadilan?

5. Mata Pelajaran ICT Adalah Penting Untuk Semua Pelajar. Apa Strategi Nasional Untuk Mencapaikan Tujuan Kemendiknas "Satu Komputer untuk 20 Siswa" (1:20) pada Tahun 2015 (Sekarang 1:2.000)?

6. Pembelajaran Berbasis-ICT Tidak Cocok, Rialistik atau Mengarah ke Pendidikan yang Bermutu:

ICT adalah Teknologi yang "Paling Tidak Tepat Guna" untuk Pembelajaran
di Sektor Pendidikan Umum

ICT adalah teknologi yang "Paling Tidak Tepat Guna" untuk Pendidikan Umum Yang Bermutu di Indonesia, kan? ICT dapat membunuh kreativitas (e-Learning / programmed learning), sangat terbatas oleh kekurangan infrastruktur, maupun biaya perawatan yang sangat mahal, banyak sekolah tidak dapat merawat sekolah saja, maupun ratusan komputer (puluhan juta komputer secara nasional).... "Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT) di Sekolah Mengancam Perkembangan Pendidikan?"




"Kenaikan Gaji Guru Masih Mimpi"
(Menteri Pendidikan Nasional)

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan gaji guru tampaknya belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyatakan, Kementerian Pendidikan Nasional belum akan memberikan kenaikan gaji guru karena kinerja guru juga belum signifikan.

Kerja belum bagus sudah minta kenaikan gaji, kenapa harus minta disamakan dengan Kementerian Keuangan. Toh kesejahteraannya sudah sama perawat dan bidan. Pelayanan guru sama dengan mereka, tuturnya di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Senin (28/6/2010).

Re: "Kerja belum bagus sudah minta kenaikan gaji"

Apakah Benar? Apakah kebijakan juga suka membingungkan?
(http://teknologipendidikan.pendidikankreatif.com/kebijakan-ict.html)

Apakah Pembelajaran Berbasis-ICT Juga Hanya Mimpi?
(Atau mimpi buruk? - Mengancam Mutu Pendidikan)




"ICW Akan Adukan Mendiknas ke Presiden"
(Indonesian Corruption Watch (ICW))

"JAKARTA--MI: Indonesian Corruption Watch (ICW) akan adukan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh ke Presiden. Pasalnya, Kementerian Pendidikan Nasional tidak mau terbuka soal laporan pengelolaan dana Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI) dan Sekolah Berbasis Internasional (SBI).

Peneliti ICW Febri Diansah menyatakan bahwa pengaduan ini dilakukan dengan dasar UU Kebebasan Informasi Publik. UU KIP mulai berlaku efektif sejak 1 Mei 2010. Namun ketika ia meminta laporan pengelolaan anggaran RSBI dan SBI, Kementerian Pendidikan tidak memberikan data tersebut."



"Pendidikan Dinilai masih Memprihatinkan"
(Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan)

YOGYAKARTA--MI: Pendidikan di Indonesia saat ini kondisinya memprihatinkan, karena sekitar 21% sekolah dasar di kota kekurangan guru.

Kondisi serupa juga terjadi di desa dengan angka kekurangan guru sekitar 37%, dan di desa terpencil sekitar 60%. Kondisi itu akan semakin parah pada lima tahun ke depan, karena sekitar 75% guru sekolah dasar (SD) di Indonesia pensiun, kata Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan, di Yogyakarta, Jumat (4/6).

Mengapa Manajeman Pendidikan Kita Tidak Lebih Pro-Aktif Terhadap Isu Begini?

Teknologi Tidak Dapat Mengganti Guru Kan?

Tetapi Terhadap Kepentingan Tertentu Dapat Sangat Pro-Aktif, Kan?
Korupsi Di Dinas Pendidikan Dinilai Hebat (ICW)

("institusi paling korup")



"Permainan Kuitansi ala RSBI"
(Indonesia Corruption Watch (ICW))

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, mengatakan, banyak laporan fiktif terhadap dana block grant untuk rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), antara lain, berupa manipulasi dalam sejumlah anggaran biaya, seperti biaya katering, biaya komputer, dan biaya alat tulis kantor. Permainan kuitansi adalah modusnya.

Belajar "Modusnya" Ini Dari Mana Ya?




"ICW: RSBI Itu Cuma Proyek Pemerintah!"
(Indonesia Corruption Watch (ICW))

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan, latar belakang program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah berstandar internasional (SBI) adalah semata proyek sehingga pemerintah tetap kekeuh untuk menjalankan program tersebut.

Apakah "Sekolah Berlabel RSBI dan SBI Inkonstitusional" ?



"Ayo, Mengarah Ke Mutu Pembelajaran Yang Standar Dunia"
("Appropriate Technology" Adalah Solusinya, Bukan Pembelajaran Berbasis-ICT)

Kalau menggunkan "Ilmu Teknologi Pendidikan" (Ilmu Teknologi Pendidikan) komputer jarang dipakai di kelas, dan tidak perlu, sebetulnya (Jarang Tepat Guna).

"Teknologi yang Tepat Guna (TTG) sudah ada di semua sekolah di Indonesia "Sekarang", dan guru-guru hanya perlu belajar caranya menggunakan TTG secara efektif, dan bersama PAKEM kita dapat mencapaikan Pendidikan Standar Dunia. Maupun Menggunakan Strategi/Metodologi TTG (Yang Berbasis-Pedagogi) Adalah Cara Terbaik Untuk Mengintegrasikan Semua Macam Teknologi Dalam Pendidikan.

Pembelajaran Berbasis-ICT Di Kelas Dapat Sangat Mengancam Perkembangan SDM (Maupun Perkembangan Guru) Yang Kreatif Di Indonesia. Informasi lanjut...


"Melawan Korupsi, Membangun Demokrasi di Sekolah"
(Program Anti-Korupsi A La Kemendiknas)

"Sekolah Harapan, Sekolah Bebas Korupsi" dan Diskusi "Melawan Korupsi, Membangun Demokrasi di Sekolah". Rabu, 9 Pebruari, Jam 1 Siang di Gedung A Lt.III, Kemendiknas. Narasumber : Fasli Jalal (Wakil Mendiknas), Teten Masduki (Sekjen TII), Ani Sutjipto (Fisip UI), Gino Vanollie (Kadis pendidikan Way Kanan), Ade Manadin (Kepsek Tegal Gede 2-Garut) : Informasi oleh Pak Edi Subkhan.

STRATEGI: Mengulangkan program lama (MBS dari tahun 1990an) yang sampai saat ini Kemendiknas gagal mengimplementasikan secara nasional, yang mungkin terhambat karena "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemenDikNas, Dinas Pendidikan, hingga Sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." (ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan).

Sistem Manajemen Berbasis-Sekolah (MBS) yang adalah sangat baik, hanya dapat diimplementasikan secara nasional dan efektif oleh Manajemen di Pusat (Kemendiknas) yang "Bersih" dan "Profesional" (Peran utama adalah merencanakan, menkoordinasikan dan memonitor dengan tegas, maupun menjaga anggaran untuk program-nya tidak di-Korupsikan juga), yang di-Implementasikan oleh Dinas Pendidikan yang "Bersih", "Berdedikasi", dan "Profesional" (Bebas dari Korupsi dan Siap Mental untuk Mendukung Sekolah-Sekolahnya).

Bagaimana Mungkin Program Ini Dapat Berhasil Sebelum Kemendiknas dan Dinas Pendidikan diBersihkan Duluan? Menurut kami program ini adalah salah satu indikator signifikan bahwa Kemendiknas belum serius mengenai memberantas korupsi di Dunia Pendidikan Kita.

Dari respons ke pertanyaan saya ke Panel hari Rabu termasuk Pak Fasli Jalal - Wakil Mendiknas, "Kapan Kita akan mulai memberantaskan korupsi di Kemendiknas dan Dinas Pendidikan?" - yang tidak dijawab, kami hanya dapat kira bahwa pertanyaan-nya tidak dapat dijawab (atau tidak ingin dijawab). Padahal ini isu yang paling penting kalau Kemendiknas serius mengenai memberantaskan korupsi.

Menurut kami: Program baru ini (yang sebenarnya tidak baru) kayaknya hanya adalah salah satu konsep lagi yang tanpa memberantas korupsi di Kemendiknas dan Dinas Pendidikan duluan tidak dapat diangap sebagai solusi secara nasional yang serius. Maupun kalau menjadi "proyek" mungkin dapat membuka kesempatan untuk korupsi skala besar kalau Kemendiknas tidak tegas memonitor anggaran-nya.

Musuh Pendidikan #1Kalau kita hanya mencari kesibukan di dunia tikus kecil (Sekolah - Yang adalah korban juga), pasti tikus-tikus besar akan makin senang karena mereka juga tahu bahwa perbaikan di tingkat sekolah tidak bisa dilaksanakan secara nasional dan efektif tanpa manajemen yang bermutu dan bersih di Kemendiknas dan Dinas Pendidikan. Jadi kesibukan-nya di sekolah tidak akan berakhir, dan tikus-tikus besar tidak akan diganggu.

Apakah bergerak di tingkat sekolah saja akan efektif menghadapi isu "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Korupsi Pendidikan

Bagaimana kalau sekolah yang sudah bersih ingin melawan atau melaporkan korupsi di tingkat Dinas Pendidikan atau Kemendiknas, melapor ke mana?


Salam Pendidikan
Phillip Rekdale (Jakarta)


Kalau "Lima (5) Isu Terpenting" sudah diatasi kita sudah mengarah ke
pendidikan yang dapat disebut "Pendidikan Yang Bermutu"
.
Ref: http://teknologipendidikan.pendidikankreatif.com/kbm.html

"Faktor-Faktor yang Menetapkan Efektivitas Sekolah"

[ Ikut Diskusi Kami Di Facebook ]

Seputar Berita Pendidikan
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ]


Jurnal Pendidikan Network


Suara Pegawai Negeri
Suara Pegawai Negeri


Informasi Beasiswa Beasiswa
Beasiswa2 / Scholarships

Pendidikan Network berdiri dari 33+ situs dasar (lihat di sini). Tetapi kami mempunyai lebih dari 70 situs dan domain yang forwarding khusus pendidikan. Juga halaman utama dibuat di dalam delapan bahasa (8) supaya menerima kunjungan lebih global:

ENGLISH DUTCH SPANISH GERMAN FRENCH PORTUGUESE ITALIAN


Mendaftar di
Mailing List Pendidikan Network
Mailing List Home

Search Pendidikan Network
powered by FreeFind

Online Sejak Juni, 1998
Copyright © 1998-2014


Bulan Oktober Hits Pendidikan.Net 2.231.681
Month (2011)Unique visitorsNumber of visitsPagesHitsBandwidth
Oktober29.20244,95074.3452.231.68120,02 GB



Pendidikan Bermutu

Pendidikan Kelas Dunia

Metodologi Bermutu


Oceans Against Poverty

Jantung Sekolah Anda?

Perpustakaan Sekolah

Pelajaran Berbasis-ICT?

Ilusi atau SolusiIlusi Atau Solusi

Web Pendidikan Kreatif


Conserve Our Oceans

Manajemen Pendidikan

Manageing Basic Education

Inovasi Pendidikan

Inovasi Pendidikan

Asian Education Net


Penelitian Marine


Bertaraf Nasion'l

Sekolah Bertaraf Nasional Indonesia

Situs-Situs Lain Kami

Sains TV
TV Pendidikan
E-Pemerintah - Menuju E-Government
Mad Scientist
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU

Ekonomi Biru Indonesia

Blue Economy Indonesia

Konservasi & Poverty

  
Search Semua Situs
 
powered by FreeFind

Perairan & Kemiskinan



Sekolah Internasional

Kurikulum Internasional

Pendidikan Luar Negeri


Enter University


Istirahat Dari Belajar

Cafι Pendidikan
Ice Skating di Bintaro

Belajar Penerbangan

Pendidikan Penerbangan

Perwira Mesin Kapal


Situs Engineer Maritim

E-MajalaH Online

E-MajalaH Online

Link-Link Khusus

Aspirasi Pendidikan KitaAspirasi Kita
Seks Bebas Sebenarnya?

Musuh Negara RI #1


Kenal Musuh Anda

Chat dan Saran Anda